STUDI KASUS SISTEM BASIS DATA TERDISTRIBUSI PADA SISTEM INFORMASI PEMESANAN TIKET PESAWAT

SISTEM TERDISTRIBUSI

Sistem Terdistribusi adalah sejumlah elemen proses yang terkoneksi melalui jaringan computer dan saling bekerjasama dalam melakukan suatu tugas.

SISTEM BASIS DATA TERDISTRIBUSI

Sistem Basis Data Terdistribusi adalah kumpulan data logic yang saling berhubungan, secara fisik terdistribusi dalam jaringan komputer, yang tidak tergantung dari program aplikasi sekarang maupun pada masa yang akan datang.

SISTEM MANAJEMEN BASIS DATA TERDISTRIBUSI

DBMS terdistribusi adalah sistem software yang memungkinkan ditatanya suatu basis data terdistribusi dan membuat distribusi tersebut transparan bagi setiap pemakai (user).sistem basis data tunggal yang terbagi ke dalam beberapa penggalan, masing-masing penggalan tersebut akan diletakkan pada suatu atau beberapa komputer di bawah pengontrolan terpisah oleh DBMS. Komputer-komputer tersebut terkoneksi dalam suatu jaringan komunikasi.

User mengakses basis data terdistribusi tersebut melalui sebuah aplikasi yang berbasis database. Aplikasi-aplikasi tersebut tidak diperoleh atau diakses oleh user secara lokal (dari work-station tempat mereka bekerja), namun diakses secara global dari suatu server yang terpusat. Kita mengasumsikan bahwa DBMS terdistribisi memiliki paling tidak satu aplikasi yang global. Oleh karena itu, DBMS terdistribusi akan memiliki beberapa karakteristik berupa antara lain :

  1. Kumpulan data-data logic (yang dapat digunakan secara bersama) terdistribusi pada beberapa unit komputer yang berbeda.
  2. Komputer tersebut terkoneksi ke dalam suatu jaringan komunikasi.
  3. Data pada masing-masing unit komputer (work-station) terkontrol oleh suatu DBMS.
  4. DBMS pada masing-masing bagian dapat menangani aplikasi-aplikasi local, secara otomatis.
  5. Masing-masing DBMS berpartisipasi paling tidak pada satu apliakasi global.

KEUNTUNGAN SISTEM BASIS DATA TERDISTRIBUSI

  • Manajemen data terdistribusi dengan tingkat transparansi yang berbeda
  • Keandalan dan ketersediaan
  • Peningkatanperforma
  • Ekspansi yang lebihmudah

FUNGSI TAMBAHAN BASIS DATA TERDISTRIBUSI

  • Keeping track of data
  • Proses query yang terdistribusi
  • Manajementransaksi yang terdistribusi
  • Manajemenreplikasi data
  • Pemulihan basis data terdistribusi
  • Keamanan
  • Manajemendirektori (katalog) terdistribusi

PEMBAHASAN

STUDI KASUS SISTEM BASIS DATA TERDISTRIBUSI

PADA SISTEM INFORMASI PEMESANAN TIKET PESAWAT

Kasus : Basis Data Terdistribusi Pada Sistem Informasi Pemesanan Tiket Pesawat

Terdapat beberapa kantor Maskapai penerbangan pesawat X yang menangani pemesanan tiket pesawat.

Masing-masing cabang merupakan sebuah lokasi pemesanan tiket pesawat pada maskapai tersebut dan ada suatu lokasi (bandara) yang mengelola seluruh data pemesanan.

Masing-masing cabang menangani skema pemesanan tiket :

skema – cabang = ( id_tiket, tujuan, cabang )

skema – bandara = ( jumlah_penumpang, tujuan, cabang, kota )

Untuk menggambarkan perbendaan antara dua tipe pemesanan, lokal dan global pada suatu  cabang adalah menambah data pemesanan pada sebuah cabang. Jika penambahan dilakukan di cabang maka ini dianggap lokal, jika tidak maka dianggap global.

Contoh untuk sebuah pemesanan dimana pemesan akan memesan tiket di cabang A maka data pemesan dapat diakses oleh cabang tersebut dan bandara, sedang cabang lain tidak bisa.

Pada sistem basis data terdistribusi yang ideal, lokasi akan berbagi skema global. Semua lokasi akan menjalankan DBMS terdistribusi yang sama dan masing-masing lokasi akan mengetahui keberadaan yang lainnya. Jika dibangun dari awal sebuah basis data terdistribusi yang mungkin dapat mencapai tujuan di atas. Namun dalam kenyataannya basis data terdistribusi harus dibuat dengan menggabungkan beberapa sistem basis data yang sudah ada, masing-masing dengan skemanya sendiri dan mugkin menjalankan DBMS berbeda. Sistem semacam ini kadang disebut sistem multi basis data atau sistem basis data terdistribusi heterogen

1. Keheterogenan

Komputer yang digunakan pada setiap cabang serta pada bandara belum tentu sama spesifikasi dan sistem operasinya.

2 . Keterbukaan

Sistem dapat dikembnagkan kembali oleh developer lain apabila masih terdapat kekurangan atau terdapat kebutuhan yang baru

3. Keamanan

Data yang disimpan pada database dienkripsi terlebih dahulu agar tidak bisa diakses dan dibaca oleh orang lain diluar sistem.

4. Scalability

Komputer pada suatu cabang dapat ditambah atau ditingkatkan spesifikasinya tanpa harus mengubah sistem.

5. Penanganan Kegagalan

Saat terjadi kerusakan pada komputer disalah satu cabang, sistem pemesanan tiket akan tetap berjalan. Komputer pada setiap cabang berdiri secara independen sehingga tidak mempengaruhi sistem pemesanan tiket.

6. Concurrency

Semua cabang dapat mengakses satu database yang sama yaitu database pusat dalam waktu bersamaan

7. Transparansi

Sistem pemesanan tiket pada sebuah cabang selain memiliki database sendiri, sistem ini juga menggunakan database pusat secara bersama-sama dengan cabang lain, namun yang terlihat hanya menggunakan satu database saja.

5 thoughts on “STUDI KASUS SISTEM BASIS DATA TERDISTRIBUSI PADA SISTEM INFORMASI PEMESANAN TIKET PESAWAT”

  1. You have made some really good points there.
    I checked on the net to learn more about the issue
    and found most people will go along with your views on this site.

Comments are closed.